Bab 2
KONSEP PEWARNAAN
2.1
Warna
Warna
adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (warna
putih) yang merupakan pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh
pigmen yang terdapat di permukaan benda.
Warna
merupakan salah satu parameter mutu produk pertanian baik yangmasih segar
maupun yang terlah diolah sehingga sangat penting dalam mempelajaricara
mengukur warna. Warna sering digunakan untuk mengetahui perubahan yangterjadi
baik fisik maupun kimia suatu produk pertanian.
Ilmu
tentang warna disebut chromatics. Teori warna sudah dikembangkan oleh Alberti
(1435) dan diikuti oleh Leonardo da Vinci (1490). Teori warna mulai mendapat
perhatian serius setelah dikembangkan oleh Sir Isac Newton (1704). Pada awalnya
teori warna dikembangkan dengan warna dasar merah, kuning dan biru (Red,
Yellow, Blue atau RYB). Pencampuran warna dari warna dasar tersebut banyak
dipakai oleh para pelukis, percetakan dan lain-lain. Dalam seni rupa, warna
merupakan unsur yang sangat penting karena warna bisa menjadi alat untuk
berekpresi.
2.1.1
Pengelompokan Warna
Orang
mengenal warna primer dan warna sekunder. Tiryssae Newton (1642-1727) menemukan
hubungan antara cahaya matahari dan warna. Ia berhasil menguraikan cahaya matahari
menjadi warna merah, jingga, kuning, biru, nilai, dan ungu. Di atas merah ada
warna infra merah dan dibawah warna merah warna ungu ada ultra violet. Uraian
warna tersebut dinamakan spectrum. Ahli grafis Jerman Le Blond (1730)
menyederhanakan temuan Newton menjadi 3 warna pokok, yaitu merah, kuning dan
biru yang dinamakan warna primer.
Percampuran
dua warna pokok disebut warna sekunder, yaitu merah dan biru menjadi ungu,
merah dan kuning menjadi oranye, hijau dan ungu menjadi hijau ungu. Percampuran
warna sekunder disebut dengan warna tersier, yaitu orange dan ungu menjadi
orange ungu, orange dan hijau menjadi orange hijau, hijau dan ungu menjadi
hijau ungu.
• Warna
Pokok (primer)
Warna
primer adalah warna yang menjadi pedoman setiap orang untuk menggunkannya.
Dalam penggunaannya warna pokok ada dua macam. Untuk grafis, yang dipakai
adalah pigmen yang terdiri dari biru (cyan), merah (magenta), dan kuning
(yellow). Pada foto dan grafis komputer, warna pokok cahaya terdiri dari red,
green, dan blue (RGB). Dalam komputer, warna-warna yang pertama cyan, magenta
dan yellow masih ditambahkan warna key (hitam) sehingga dikenal istilash CMYK.
• Warna
Sekunder
Dengan
menggabungkan 2 warna primer maka kamu menghasilkan warna sekunder, ada tiga
warna sekunder yaitu hijau, violet (ungu), dan jingga (orange), jingga dari
hasil kombinasi warna merah dan kuning, ungu dari kombinasi biru dan merah dan
hijau dari kombinasi kuning dan biru.
• Warna
Tersier
Warna
ini dapat dihasilkan dari kombinasi warna primer yang berdampingan atau
berdekatan dalam roda warna dengan warna sekunder, 6 warna tersier yang dapat
dihasilkan dari kombinasi ini adalah warna kuning kehijauan, biru kehijauan,
biru keunguan, merah keunguan, merah jingga dan kuning jingga. Warna Tersier
yaitu warna yang berasal dari penggabungan warna. Anda dapat menggunakan schema
wheels untuk melihat konsep warna primer dan sekunder. Dengan
menggabungkan antara warna primer dan sekunder, Anda dapat memperoleh warna
tersier. Umumnya warna pada wheel schema di bagi dua jenis warna yaitu warna
panas (hot color) dan warna dingin (cold color).
2.2
Skema Warna
Dalam
teori warna, skema warna adalah pilihan warna yang digunakan dalam
mengkombinasikan warna untuk berbagai media. Sumber penggunaan skema warna ini
adalah lingkaran warna. Ada beberapa kunci untuk mendapatkan warna yang serasi.
Misalnya, "Achromatic" penggunaan latar belakang putih dengan teks
hitam adalah contoh dari skema warna dasar dan umum standar dalam desain web.
Skema warna yang digunakan untuk membuat gaya dan daya tarik. Warna yang
menciptakan perasaan estetika ketika digunakan bersama-sama sering akan
menemani satu sama lain dalam skema warna. Sebuah skema warna dasar akan
menggunakan dua warna yang terlihat menarik bersama-sama. Skema warna yang
sering digambarkan dalam hal kombinasi logis dari warna pada roda warna
berbeda.
Jenis
skema yang digunakan :
• Warna
Monokromatik
Dalam
skema monokromatik dibuat dengan menggunakan satu warna yang sama pada roda
warna dalam beberapa shades(gelap), tints (terang), atau tonesakan memberikan
penampilan yang berbeda pada kombinasi warna monochromatic. Shadesadalah warna
murni atau hueyang dicampurkan dengan warna hitam. Tints adalah warna murni
atau hue yang dicampurkan dengan warna putih. Tones adalah warna murni atau hue
yang dicampurkan dengan warna abu-abu. Warna ini memberikan kesan bersih dan
elegan.
• Warna
Komplementer
Dalam
skema ini, semua warna yang digunakan adalah warna yang saling berlawanan pada
roda warna. Mata manusia cenderung tertarik pada sesuatu dengan warna
komplementer. Ketika anda merancang lure (umpan palsu) untuk dijual komersil
dicat dengan warna komplementer (ungu dan kuning) , dan menempatkan umpan
monokromatik disamping umpan komplementer dalam satu rak, para
pembeli/pemancing mungkin lebih tertarik pada umpan dengan warna komplementer
(dengan asumsi pengerjaan cat yang baik).
• Warna
Split-Pelengkap
Skema
ini adalah kombinasi warna-warna yang saling bersebrangan letaknya dalam
lingkaran warna. Split komplementer menggunakan satu warna dan dua warna di
sisi objek yang melengkapi. Warna primer adalah merah, kuning dan biru.
Warna-warna sekunder ungu, hijau dan oranye. Warna di antara warna-warna primer
dan sekunder disebut warna tersier. Contoh : Merah dan hijau, Kuning kehijauan
dan ungu kemerahan Skema warna.
• Warna
Akromatik
Warna
yang tidak memiliki konten kromatik kuat dikatakan be'unsaturated, achromatic,
atau dekat netral '. Warna akromatik murni termasuk hitam, putih dan abu-abu
semua; dekat netral termasuk cokelat, kulit cokelat, pastel dan warna lebih
gelap. Dekat netral dapat dari setiap rona atau ringan. Netral diperoleh dengan
mencampurkan warna murni dengan putih, hitam atau abu-abu, atau dengan
mencampur dua warna komplementer. Dalam teori warna, warna-warna netral adalah
warna mudah dimodifikasi oleh berdekatan warna yang lebih jenuh dan mereka
muncul untuk mengambil rona melengkapi warna jenuh. Sebelah sofa merah terang,
dinding abu-abu akan muncul jelas kehijauan.Hitam dan putih telah lama dikenal
untuk menggabungkan dengan baik dengan hampir semua warna lain; hitam
menurunkan saturasi jelas atau kecerahan warna dipasangkan dengan itu, dan
putih menunjukkan dari semua warna untuk efek yang sama.
• Warna
Analog
Skema
warna yang analog menggunakan satu warna pada roda warna dan dua warna di
sebelahnya. Salah satu contoh skema warna Analog hangat (merah, oranye dan
kuning) atau dingin (biru, ungu dan hijau). Pendekatan skema analog yaitu
memilih warna, 3 sampai 5 warna yang berdekatan satu sama lain dalam diagram
roda warna. Skema analog yang paling terkenal adalah yang digunakan pada umpan
klasik “firetiger” pola yang terdiri dari warna hijau terang, kuning, dan
oranye. Kami telah mendengar rumor bahwa umpan warna ini cenderung menghasilkan
banyak ikan. Hal ini akan menjadi pemikiran karena ikan tidak bisa melihat
semua warna yang ada didalam diagram roda warna. Dengan menggunakan skema
warna, memungkinkan anda untuk menyertakan warna yang mudah dilihat dan
dikenali oleh ikan sehingga meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan ikan.
• Warna
Beraksen Analog
Skema
pelengkap analog beraksen menggunakan warna yang terkait berbaring berdekatan
pada roda warna dengan rona langsung berlawanan dengan ini. Pelengkap langsung
ini menjadi warna aksen, yang digunakan untuk membuat pengelompokan warna
dominan dari tiga warna yang sama dengan aksen pelengkap langsung (atau
pelengkap dekat) dari salah satu dari mereka. Warna aksen komplementer
menciptakan kontras yang menarik terhadap warna pengelompokan dominan. Skema
ini sering digunakan untuk menempatkan aksen warna hangat dengan palet warna
analog keren, atau warna aksen keren dengan palet hangat.
• Warna
Triadic Skema
Salah
satu skema warna adalah skema Triadic, dimana skema warna Triadic memiliki
kombinasi tiga hue yang relatif berjarak sama dalam color wheel. Gambar di
samping merupakan contoh dari skema warna Triadic, dimana terdapat tiga
kombinasi hue yaitu hue warna merah , kuning dan hue warna biru. Ketiga hue ini
merupakan warna primer sehingga memiliki jarak yang sama dalam color wheel.
Warna kuning pada kulit menggambarkan kehangatan ditunjang dengan warna merah
pada latar yang memperkuat gambar memiliki sifat yang panas. Warna biru pada
pakaian yang bersifat dingin memecah suasana panas pada gambar tersebut. Dari
ketiga kombinasi hue pada gambar tersebut menimbulkan kesan yang dinamis. Jika
sebuah segitiga sama sisi ditarik di atas roda warna, sudut yang akan menyentuh
tiga warna. Warna menyentuh dianggap warna triadic. Warna-warna primer triadic,
seperti warna sekunder dan warna tersier.
• Warna
Tetradic
Skema
warna tetradic adalah Teori skema warna melibatkan dua pasangan yang saling
melengkapi secara bersamaan. Jika persegi panjang digambar di atas roda warna,
dua pasangan yang saling melengkapi sentuhan sudut akan menjadi dasar untuk
skema warna triadic. Skema warna tetradic ialah skema warna yang kompleks dan
beragam. Skema warna tetradic disebut juga sebagai ganda komplementer karena
menggunakan dua set warna komplementer. Meskipun ada standar untuk untuk
memastikan warna tersebar merata. Meskipun skema ini bisa terlihat bervariasi
dan berwarna-warni, tetapi sulit untuk menyeimbangkannya.
• Warna
Persegi Panjang
Skema
warna persegi panjang menggunakan empat warna dibagi menjadi dua pasangan yang
saling melengkapi dan menawarkan banyak kemungkinan variasi. Skema warna
persegi panjang bekerja dengan baik ketika satu warna dominan.
• Warna
Persegi
Skema
warna persegi mirip dengan skema warna tetradic,tetapi dengan empat warna
spasisecara merata di sekitar lingkaranwarna. Skema warna persegi ialah skema
warna yang paling kompleks dan beragam. Skema warna ini akan lebih baik jika
membiarkan satu warna menjadi dominan. Juga harus memperhatikan keseimbangan
antara warna-warna hangat dan sejuk dalam desain yang akan kita buat.
• Warna
Polikromatik
Skema
warna polikromatik jangka berarti memiliki beberapa warna. Hal ini digunakan
untuk menggambarkan cahaya yang menunjukkan lebih dari satu warna, yang juga
berarti bahwa itu berisi radiasi lebih dari satu panjang gelombang. Studi
tentang polychromatics sangat berguna dalam produksi kisi-kisi difraksi.
2.2.1
Tujuan dari Skema Warna
1.
Menciptakan suasana Sebuah skema warna cerah untuk interior bangunan cenderung
mengungkapkan ekspresi keceriaan dan kegembiraan.sementara skema warna yang
tenang dapat mengekspresikan kedalam dan area untuk beristirahat.
2.
Menunjukan kesatuan atau keragaman Sebuah skema warna seragam akan membuat
perasaan bersatu.sementara skema warna yang bervariasi akan memberikan perasaan
keberagaman.
3.
Mengungkapkan karakter bahan Jika suatu bnagunan memiliki atap genteng
merah,dinding batu bau-abu,dan kayu trim coklat, Karakter utama dari setiap
material tersebut jelas terlihat.akan tetapi,jika memiliki warna yang
sama(monokrom),sebuah ruangan atau bangunan akan tampak seperti model tanah
liat atau maket.
4.
Mendefinisikan bentuk Sebuah garis,permukaan dua dimensi ,atau volume tiga
dimensi akan terlihat perbedaannya jika diwarnai dengan warna kontras yang
berbeda dengan lingkungannya.
5.
Memengaruhi proporsi Bahan dengan warna kontras yang diletakan dalam garis
horizontal akan cenderung membuat perasaan lebih luas.jika diletakan didalam
garis vertical,warna tersebuat akan terkesan lebih tinggi.
6.
Memengaruhi skala Sebuah interior bangunan yang diwarnai dengan warna seragam
akan terlihat seperti monolit dan skalanya sulit untuk dinilai dari
kejauhan.
7.
Memberikan kesan berat Elemen dalam warna gelap akan terlihat berat,sedangkan
warna terang akan terlihat ringan.
2.3
Pemetaan Warna
Pemetaan
warna adalah fungsi yang memetakan (transformasi) warna satu (sumber) gambar
untuk warna (target) gambar lain. Sebuah pemetaan warna dapat disebut sebagai
algoritma yang menghasilkan fungsi pemetaan atau algoritma yang mengubah warna
gambar. Pemetaan warna juga kadang-kadang disebut Transfer warna atau, ketika
gambar grayscale yang terlibat, fungsi transfer kecerahan (MTF).
Algoritma
Pemetaan Warna Ada dua jenis algoritma pemetaan warna: orang-orang yang
mempekerjakan statistik dari warna dua gambar, dan orang-orang yang
mengandalkan korespondensi pixel diberikan antara gambar. Contoh dari algoritma
yang menggunakan sifat statistik dari gambar adalah histogram yang cocok. Ini
adalah algoritma klasik untuk pemetaan warna, menderita masalah kepekaan
terhadap perbedaan isi gambar.Algritma berbasis statistik yang lebih baru
menangani masalah ini. Contoh algoritma tersebut menyesuaikan mean dan standar
deviasi dari saluran Lab dari dua gambar.
Sebuah
algoritma umum untuk menghitung pemetaan warna saat korespondensi pixel
diberikan adalah membangun sendi-histogram (lihat juga co-terjadinya matriks)
dari dua gambar dan menemukan pemetaan dengan menggunakan pemrograman dinamis
berdasarkan nilai-nilai bersama-histogram. Ketika korespondensi pixel tidak
diberikan dan isi gambar yang berbeda (karena sudut pandang yang berbeda),
statistik dari citra daerah yang sesuai dapat digunakan sebagai masukan untuk
statistik berbasis algoritma, seperti histogram pencocokan. Daerah yang sesuai
dapat ditemukan dengan mendeteksi fitur yang sesuai.
Aplikasi
Pemetaan Warna Pemetaan warna dapat melayani dua tujuan yang berbeda: satu
adalah kalibrasi warna dua kamera untuk diproses lebih lanjut dengan
menggunakan dua atau lebih gambar sampel, yang kedua adalah menyesuaikan warna
dua gambar untuk kompatibilitas visual yang persepsi. Kalibrasi warna adalah
tugas pra-pengolahan penting dalam aplikasi visi komputer. Banyak aplikasi
secara bersamaan memproses dua atau lebih gambar dan, karena itu, perlu warna
mereka harus dikalibrasi.
Ada 2
jenis algoritma pemetaan warna: Orang-orang yang mempekerjakan statistik dari
warna dua gambar. Orang-orang yang mengandalkan korespondensi pixel diberikan
antara gambar. Contoh dari algoritma yang menggunakan sifat statistik dari
gambar adalah histogram yang cocok. Ini adalah algoritma klasik untuk pemetaan
warna, menderita masalah kepekaan terhadap perbedaan isi gambar. Algoritma
berbasis statistik yang lebih baru menangani masalah ini. Contoh algoritma
tersebut menyesuaikan mean dan standar deviasi dari saluran Lab dari dua
gambar. Sebuah algoritma umum untuk menghitung pemetaan warna saat
korespondensi pixel diberikan adalah membangun sendi-histogram (lihat juga
co-terjadinya matriks) dari dua gambar dan menemukan pemetaan dengan
menggunakan pemrograman dinamis berdasarkan nilai-nilai bersama-histogram.
Ketika korespondensi pixel tidak diberikan dan isi gambar yang berbeda (karena
sudut pandang yang berbeda), statistik dari citra daerah yang sesuai dapat
digunakan sebagai masukan untuk statistik berbasis algoritma, seperti histogram
pencocokan. Daerah yang sesuai dapat ditemukan dengan mendeteksi fitur yang
sesuai. Pemetaan warna dapat melayani dua tujuan yang berbeda, pertama
kalibrasi warna dua kamera untuk diproses lebih lanjut dengan menggunakan dua
atau lebih gambar sampel. kedua, menyesuaikan warna dua gambar untuk
kompatibilitas visual yang persepsi. Kalibrasi warna adalah tugas
pra-pengolahan dalam aplikasi visi komputer. Banyak aplikasi secara bersamaan
memproses dua atau lebih gambar dan, karena itu, perlu warna mereka harus
dikalibrasi.
Contoh
aplikasi tersebut adalah:
•
Gambar differencing. pendaftaran.
•
pengenalan obyek,
•
pelacakan multi-kamera.
•
co-segmentasi dan rekonstruksi stereo
2.4
Mode Warna
Mode
warna merupakan salah satu metode yang digunakan suatu program untuk
menampilkan suatu kode warna secara numerik. Karena warna yang ada di dunia
sangat banyak, sedangkan komputer sebagai suatu alat mempunyai keterbatasan
kemampuan, maka dibuatlah standarisasi mode warna dan cara tampilannya.
2.4.1
Pemodelan warna HSV (Hue, Saturation, Value)
Model
warna HSV mendefinisikan warna dalam terminology Hue, Saturation dan Value.
Melalui model gambar diatas, kita tahu bahwa HSV memiliki 3 karakteristik
pokok, yaitu Hue, Saturation dan Value. Maksud dari ketiganya adalah:
• Hue :
menyatakan warna sebenarnya, seperti merah, violet, dan kuning dan digunakan
menentukan kemerahan (redness), kehijauan (greeness), dsb.
•
Saturation : kadang disebut chroma, adalah kemurnian atau kekuatan warna.
• Value
: kecerahan dari warna. Nilainya berkisar antara 0-100 %. Apabila nilainya 0
maka warnanya akan menjadi hitam, semakin besar nilai maka semakin cerah dan
muncul variasi-variasi baru dari warna tersebut.
Model
warna ini dibuat berdasarkan system warna Ostwald (1931). Variasi dari roda HSV
digunakan untuk memilih warna yang diinginkan. Hue diwakili oleh
lingkaran/keliling dalam roda. Sumbu horizontal menunjukan saturation dan sumbu
vertical menunjukan value. Untuk mengambil suatu warna tertentu kita perlu
menentukan dahulu hue dan kemudian kita baru memilih nilai saturation dan
brightness kita bisa memilihnya dari nilai value.
Keuntungan
dari model HSV adalah terdapat warna – warna sama dengan warna yang biasanya
ditangkap oleh indra manusia. Sedangkan warna – warna yang dibentuk pada model
lainnya merupakan hasil campuran dari warna – warna primer / dasar untuk
membentuk warna lain.
2.5
Warna dan Device
Setiap
Device memiliki keterbatasan, begitupun dengan device penghasil output warna
(contohnya: monitor, scaner, printer). Tidak seluruh warna dalam spektrum
visible dapat didisplaykan oleh device penghasil output warna. Berikut adalah
daftar beberapa warna yang dapat didisplaykan device pada umumnya disertai
nilai parameter sesuai pemodelannya.
1.
Daftar Warna
2.
Makna Warna
•
Abu-abu
Elegan,
rendah hati, hormat, kemuliaan, stabilitas, kepelikan, tidak terbatas waktu,
kebijakan. Anakhronisme(penempatan kejadian pada waktu yang salah), bosan,
jemu, pudar, kelemahan, bodoh, debu, polusi, gelandangan.
•
Merah
Hasrat,
kuat, energi, api, cinta, seks, kegembiraan, kecepatan, panas, kepemimpinan,
maskulin, tenaga. Bahaya, api, danger, fire, tanpa rasa, darah, perang, marah,
revolusi, radikal, agresi, berhenti.
•
Biru
Laut,
langit, damai, kesatuan, harmoni, seas, skies, peace, unity, harmony,
ketenangan, sentosa, kesejukan, percaya diri, air, es, loyalitas, konservatif,
, dapat diandalkan, dapat dipercaya, teknologi, musim dingin, kebersihan.
Depresi, dingin, idealisme, depression, cabul, es, musim dingin.
•
Hijau
Alam,
musim semi, kesuburan, kemudaan, lingkungan ,sejahtera, uang (AS), semoga
berhasil, enerjik, pergi, rumput, dermawan. Agresi, tidak berpengalaman, iri
hati, kemalangan, cemburu, uang, sakit, kikir.
•
Kuning
Cahaya
matahari, kesenangan, kegembiraan, optimisme, idealisme, kemakmuran (emas),
musim panas, harapan, udara. Pengecut, pesakitan (karantina) resiko, tidak
jujur, tamak, kelemahan, kewanita-wanitaan.
•
Ungu
Sensualitas,
spiritual, kreativitas, kemakmuran, keluarga raja, bangasawan, upacara,
misteri, kebijakan, pencerahan. Arogan, flamboyan, kemurungan, tanpa rasa,
sumpah serapah, melebih- lebihkan, kebingungan.
•
Oranye
Budisme,
energi, keseimbangan, panas, api, antusias, flamboyan, suka bermain. Agresi,
arogan, flamboyan, tanpa rasam peringatan, bahaya, api, danger, fire.
•
Putih
Penghormatan,
kesucian, salju, damai, murni, bersihm aman, rendah hati, pernikahan,
penyeterilan, musim dingin. Kedinginan, penyetirilan, rumah sakit, menyerah,
ketakutan, pengecut, musim dingin, tidak imajinatif.
Studi
menunjukkan kebanyakan warna memiliki lebih banyak asosiasi positif daripada
negatif, dan meskipun ketika sebuah warna memiliki asosiasi negatif, secara
umum hanya digunakan pada konteks tertentu.
2.6
Cubehelix
Cubehelix
adalah skema warna yang digunakan untuk menampilkan gambar Intensitas
Astronomi. Skema ini digunakan untuk meningkat kontras cahaya saat greyscale
dicetak dalam dua buah warna yaitu hitam dan putih. Banyaknya skema warna yang
digunakan untuk menampilkan gambar intensitas astronomi tidak memiliki
peningkatan yang mendasari terkait persepsi kecerahan warna yang digunakan.
Warna adalah properti visual yang sering semua orang gunakan dalam suatu
visualisasi tanpa mereka sadari hal itu. Cubehelix disarankan oleh Dave Green
untuk menskema warna untuk mengaprosiasikan tampilan intensitas gambar. Skema
ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecerahan saat gambar ditampilkan di
greyscale. Hal ini memungkinkan memberikan peningkatan visualisasi untuk
penderita buta warna ketika dicetak hitam putih. Cubehelix tidak memiliki
peningkatan yang mendasari dalam persepsi kecerahan warna yang digunakan
(misalnya terbakar menjadi merah untuk nilai data yang tinggi, tetapi
menggunakan kuning / hijau untuk nilai data menengah, yang dirasakan sebagai
lebih terang dari warna merah).
Cubehelix,
seperti yang didefinisikan oleh Dave Green (2011), yaitu memiliki beberapa
kegunaan seperti tombol yang dapat kita sesuaikan. Contohnya pada variasi color
map pelangi sangat populer, hal ini termasuk kedalam berapa kali melalui warna
pelangi, lalu dari warna apa untuk memulai, arah mana yang harus dilalui,
seberapa cepat untuk menuju warna dari warna hitam ke warna putih, dan
bagaimana warna jenuh untuk membuat warna. Namun terkadang dapat bermasalah dan
menyesatkan.
Peta
warna pelangi tersebut didasarkan pada warna dalam spektrum cahaya, kadangkala
peta warna dalam urutan benar, dan kadangkala juga peta warna dalam urutan yang
salah. Kecepatan warna pelangi itu merupakan salah satu yang akan menjadi
masalah. Bahkan jika warna tersebut digunakan secara konsisten, tak seorang pun
akan tahu urutan yang tepat. Sehingga Nama-nama warna mempengaruhi persepsi
kita tentang warna. Dibawah ini merupakah bagian bagian warna dengan
perhitungannya.
• Putih
(0,0-0,09). Putih merupakan bagian warna yang masih belum tercampur dengan
apapun dan putih adalah warna yang digunakan untuk memulai.
• Merah
muda (0,1-0,19 dan 0,2-0,29).
• Ungu
(0,3-0,39). Merupakan warna yang lebih gelap dari warna merah.
• Biru
(0,4-0,49 dan 0,5-0,59). Merupakan warna yang berbeda juga tentunya dengan yang
lain, dan warna yang berlawanan dari warna pink.
• Hijau
(0,6-0,69 dan 0,7-0,79). Warna yang hampir mendekati dari warna biru, namun
warna hijaun jauh lebih cerah dari warna biru.
•
Kuning kehijauan (0,8-0,89). Warna kuning kehijauan memiliki rona warna yang
jauh lebih cerah dari warna hijau dan hampir mendekati warna kuning.
•
Kuning (0,9-0,99). Warna kuning ini adalah warna asli, sehingga jika warna lain
seperti warna biru dicampurkan dengan warna kuning sehingga menghasilkan warna
kuning.
•
Oranye dan coklat (1.0 dan lebih dari 1.0). Warna oranye dan cokelat memang
hampir mendekati namun warna oranye jauh lebih cerah daripada warna cokelat.
Cubehelix
merupakan satu-satunya colorscheme-generator yang dibutuhkan. Cubehelix
colormaps terbaik untuk dokumen yang diterbitkan atau didistribusikan.
Pengajuan tersebut memungkinkan kita untuk membuat colormaps berbeda
menggunakan beberapa parameter. Standar algoritma Cubehelix menawarkan
colorschemes sangat menarik untuk dokumen online dan elektronik, akan tetapi
bila dicetak di grayscale informasi tetap pada urutan data yang asli. Informasi
tersebut juga mencakup dua kontrol tambahan atas jangkauan dan domain dari
skema Cubehelix, memberikan sejumlah praktis tak terbatas dari colormaps dengan
gaya yang berbeda, dengan skema maksimal yang berbeda, multi ataupun warna
tunggal cocok untuk pencetakan grayscale atau bahkan grayscale sederhana.
Sehingga mencakup tiga fungsi untuk bekerja dengan Cubehelix colormaps:
•
“Cubehelix” mengembalikan colormap yang dibuat menggunakan Cubehelix fungsi
colorscheme Dave Green.
•
“Cubehelix_view” menciptakan angka untuk menciptakan colorschemes Cubehelix
dengan real-time penyesuaian interaktif dari nilai parameter skema, ditambah
modus demonstrasi ‘acak’ dan kemampuan untuk mengendalikan tokoh lainnya ‘atau
sumbu’ colormaps.
• “Cubehelix_find”
dapat digunakan untuk mengambil parameter dari Cubehelix colormap yang ada,
atau menemukan yang terbaik Cubehelix colorscheme yang cocok setiap pilihan
warna (misalnya dokumen atau colorscheme perusahaan).
Cubehelix
Colorschemes terdiri dari node helix yang panjang dan meruncing dalam warna
RGB, dengan terus meningkatnya intensitas yang dirasakan (hitam > putih).
Sehingga skema yang mendefinisikan colormaps menarik dengan pilihan hue,
saturasi dan kecerahan, dan belum mencetak angka (atau gambar) pada warna hitam
dan putih (misalnya postscript) hasil dalam grayscale monoton akan terus
meningkat dalam mempertahankan urutan kecerahan aslinya pada colormaps
tersebut. Urutan informasi colormap dipertahankan bahkan didalam grayscale,
yang berarti gambar dengan warna menarik dapat dicetak dalam grayscale dan
masih informatif kepada pengguna akhir. Fitur yang paling penting dalam
cubehelix adalah mencetak dengan baik dalam menggunakan warna hitam dan putih.
Karena hal tersebut dapat menghemat waktu yang besar ketika membuat angka untuk
publikasi dimana warna yang hanya tersedia secara online (seperti di Astronomi
yang masih menggunakan jurnal dengan salinan cetak).
Cubehelix
ini dapat diselesaikan dengan melalui kubus RGB, sambil terus meningkatkan
saturasi (hitam putih). Angka unik tersebutlah, yang menjelaskan bagaimana
cubehelix bekerja. Cubehelix juga memiliki informasi dengan hasil yang lebih
padat. Ketik menggunakan warna untuk peta kontur, kita mencoba untuk
menyampaikan dimensi ketiga data pada ruang 2D.
Dengan
warna pelangi, kita dapat mengandalkan warnanya. Dengan cubehelix kita dapat
melakukan hal tersebut dengan baik, yaitu warna dan saturasi seperti yang akan
kita inginkan, bahkan secara efektif kita dapat melakukannya untuk beberapa
dataset sekaligus.
Ketika
Cubehelix dapat melakukan saturasi dengan benar, maka banyak orang yang
mencetak dengan printer hitam putih akan menyukainya. Cubehelix dapat mencetak
kontur yang menakjubkan dengan memetakan kontur dengan cara yang benar. Hal Ini
berlaku secara ganda untuk menampilkan angka pada proyektor. Jika saluran pada
proyektor yang berwarna merah padam, atau kuning lemah, plot kita akan menjadi
antipeluru. Jika kita berpikir tentang warna dengan degradasi yang aneh di
visualisasi data kita, kita tidak berpikir tentang hasil wawasan atau
groundbreaking yang dapat mencoba untuk menunjukkannya. Namun cubehelix cukup
ramah untuk pembaca yang mengalami penyakit buta warna.
Cubehelix
umumnya kurang begitu baik untuk semua bentuk penyakit buta warna, karena
perubahan konstan dalam warna yang jenuh. Sekitar 8-10% pria memiliki bentuk
kekurangan persepsi tentang warna, dan jika kita membuat peta kerapatan warna
dengan pelangi normal yang jenuh, maka sama saja kita mengubah warna tersebut
sehingga warnanya berubah menjadi abstrak.
2.6.1
Helix
Helix
adalah jenis kurva ruang halus, yaitu kurva dalam ruang tiga dimensi. Ini
memiliki properti bahwa garis singgung di setiap titik membuat sudut konstan
dengan telepon tetap disebut sumbu. Contoh helixes adalah coil springs dan
pegangan tangan dari tangga spiral. A "diisi-in" helix - misalnya,
jalan spiral - disebut helicoid a heliks penting dalam biologi, karena molekul
DNA terbentuk sebagai dua heliks terjalin, dan banyak protein memiliki
substruktur heliks, yang dikenal sebagai alpha heliks. Helix kata berasal dari
kata Yunani ἕλιξ, "memutar, melengkung".
Helix
merupakan fasilitas untuk membuat objek 3D solid yang mempunyai bentuk Pusaran
atau Spiral. Prinsip pembuatan helix pertama menentukan arah putaran, jumlah
lilitan, radius bawah helix kemudian radius atas helix, setelah itu tentukan
tinggi helix. Command: helix Number of turns = 3.0000 Twist=CCW (isi jumah
putaran, dan arah putaran) Specify center point of base: (tentukan titik pusat,
bebas sembarang tempat) Specify base radius or [Diameter] <1.0000>: 20
(tentukan radius bawah) Specify top radius or [Diameter] <20.0000>: 5
(tentukan radius atas) Specify helix height or [Axis endpoint/Turns/turn
Height/tWist] <1.0000>: 50 (tentukan tinggi).
Helix
berfungsi untuk membuat objek spiral. Berguna untuk membuat bentuk path helix
(spiral) yang dahulu hanya bisa dilakukan dengan 3DPOLY, itupun harus dengan
proses yang panjang agar menghasilkan bentuk helix yang cukup smooth. Dengan
perintah HELIX ini dengan mudah kita dapat membuat bentuk tersebut dengan
berbagai opsi.
2.6.2
Jenis Helix
Heliks
dapat berupa tangan kanan atau kidal. Dengan garis pandang sepanjang sumbu
helix ini, jika searah jarum jam mengacaukan gerakan bergerak helix jauh dari
pengamat, maka disebut heliks kidal; jika menuju pengamat, maka itu adalah
helix kidal. Wenangan (atau chirality) adalah properti dari heliks, bukan dari
perspektif: heliks kidal tidak dapat diubah agar terlihat seperti satu kidal
kecuali dilihat dalam cermin, dan sebaliknya.
Kebanyakan
benang sekrup hardware yang heliks tangan kanan. Alpha helix dalam biologi
serta bentuk A dan B dari DNA juga heliks tangan kanan. Bentuk Z DNA kidal.
Pitch heliks adalah lebar satu lengkap helix gilirannya, diukur sejajar dengan
sumbu heliks. Sebuah double helix terdiri dari dua (biasanya kongruen) heliks
dengan sumbu yang sama, berbeda dengan terjemahan sepanjang sumbu. Sebuah helix
kerucut dapat didefinisikan sebagai spiral pada permukaan kerucut, dengan jarak
ke puncak fungsi eksponensial dari sudut yang menunjukkan arah dari sumbu.
Contohnya adalah roller coaster Corkscrew di taman hiburan Cedar Point. Sebuah
helix melingkar, (yaitu satu dengan radius konstan) memiliki kelengkungan Band
konstan dan torsi konstan. Kurva A disebut heliks umum atau helix silinder jika
bersinggungan yang membuat sudut konstan dengan telepon tetap dalam ruang.
Kurva A adalah helix umum jika dan hanya jika rasio kelengkungan untuk torsi
konstan. Kurva A disebut heliks miring jika kepala sekolah yang normal membuat
sudut konstan dengan telepon tetap dalam ruang. Hal ini dapat dibangun dengan
menerapkan transformasi ke frame bergerak dari helix umum. Beberapa kurva
ditemukan di alam terdiri dari beberapa heliks dari wenangan yang berbeda
bergabung bersama-sama oleh transisi dikenal sebagai penyimpangan sulur.
2.6.3
Deskripsi Matematis
Sebuah
helix terdiri dari x sinusoidal dan komponen y
Dalam
matematika, helix adalah kurva dalam ruang 3 dimensi. The parametrisation
berikut dalam koordinat Cartesian mendefinisikan heliks tertentu, mungkin
persamaan sederhana untuk satu:
Sebagai
t meningkat parameter, titik (x (t), y (t), z (t)) jejak heliks kidal dari
lapangan (yaitu, kemiringan) 1 dan radius 1 tentang z-sumbu, di kanan -handed
sistem koordinat. Dalam koordinat silinder (r, θ, h), helix yang sama
parametrised oleh:
Sebuah
helix melingkar dengan jari-jari dan lapangan (atau kemiringan) b / a
digambarkan oleh parametrisation berikut:
Cara
lain matematis membangun heliks adalah untuk plot kompleks-fungsi bernilai exi
sebagai fungsi dari jumlah real x (lihat rumus Euler). Nilai x dan bagian real
dan imajiner dari nilai fungsi memberikan plot ini tiga dimensi yang nyata.
Kecuali untuk rotasi, terjemahan, dan perubahan skala, semua heliks tangan
kanan yang setara dengan heliks didefinisikan di atas. Setara helix kidal dapat
dibangun dalam beberapa cara, yang paling sederhana yang meniadakan salah satu
dari komponen x, y atau z. Panjang busur, kelengkungan dan torsi [sunting]
Panjang heliks melingkar dengan jari-jari dan lapangan (atau kemiringan) b / a
dinyatakan dalam koordinat persegi panjang sebagai :
sama
dengan
2.7
Penggunaan Cubehelix Pada Pewarnaan
Mode
Warna (Color mode) adalah cara representatif warna pada aplikasi grafis yang
berdasarkan pada model warna. Sedangkan model warna yang ada saat ini adalah
RGB (Red, Green, Blue), CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, dan Black), HSV (Hue,
Saturation, Value), Lab, Bitmap, Grayscale, Duptone, Indexed, dan Mutichannel.
Dalam dunia komputer grafis, dikenal beberapa macam model warna yang
masing-masing model warna memiliki keunggulan, kekuragan, dan karakteristik
sendiri-sendiri.
2.7.1
Mode Warna RGB
Ketika
Anda menggunakan aplikasi grafis, dalam palet Channel akan mendapati tiga buah
channel tunggak yaitu channel Red, Green, dan Blue. Sedangkan sebuah channel
lainnya adalah RGB. Sebetulnya channel RGB bukanlah merupakan channel melainkan
channel preview kombinasi ketiga channel yang lainnya. Masing-masing channel
berisi informasi warna. Masing-masing warna dalam mode ini memiliki 256 tingkat
gradasi, hal ini dapat dibuktikan dengan melihat angka maksimal dari nilai
masing-masing warna tersebut pada kotak dialog Color Picker. Bila diperhatikan,
warna merah (Red) memiliki nilai skala 0 hingga 255 yang berarti jumlah
keseluruhan tingkat gradasinya ada 256. 256 sama dengan 2 8 . Hal ini
mengandung arti satu channel berisi informasi warna 8 bit, dan oleh karena
terdapat tiga channel maka berarti keseluruhan warna RGB menyimpan informasi 24
bit. Meskipun begitu, bukan berarti RGB bernilai 8 bit. Itu semua bergantung
pada media yang digunakan. Pada film dan kamera digital tingkat bit depth yang
mampu ditampilkan RGB bisa mencapai 30 bit, 36 bit atau bahkan lebih dari itu.
Dan seperti kita ketahui bahwa bit depth merupakan banyaknya variasi warna yang
dapat ditampilkan oleh suatu sistem representasi warna. Jadi bila satu channel
bernilai 8 bit artinya channel tersebut menyimpan variasi warna sejumlah 2 8
yaitu 256.
2.7.2
Mode Warna CMYK
Dalam
software disain grafis, ketika membuka palet Channel maka akan nampak empat
buah channel tunggal dan satu buah channel preview. Channel tunggal yang
dimaksud adalah channel Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Sedangkan channel
preview merupakan kombinasi channel Cyan, Magenta, Yellow dan Black sehingga
channel tunggal tersebut memiliki nama CMYK.
Nilai
maksimal persentase tiap warna adalah 100%, ini bisa dibuktikan dalam kotak
dialog Color Picker. Nilai persentase tersebut merupakan nilai persentase tiap
warna dalam tinta cetak. Untuk mencetak warna grayscale atau hitam saja maka
film yang diperlukan hanya satu yaitu Black. Sedangkan jika ingin mencetak
sebuah gambar dengan warna full color maka film yang diperlukan maksimal empat
yaitu Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Namun, saat ini sudah terdapat sistem
cetak yang menggunakan enam warna atau biasa disebut Hexachrome. Film yang
digunakan untuk mencetak dalam sistem Hexachrome ada enam yaitu: Cyan, Magenta,
Yellow, Blak, Green, dan Orange.
Model
CMYK dilandaskan pada cahaya yang diserap dan kualitas tinta yang dicetakan
pada kertas. Cahaya Putih diibaratkan sebagai tinta transparan, dianggap
gelombang cahaya yang visible seluruhnya terserap dan yang selainnya
direfleksikan kembali menuju mata. Beralih pada sudut pandang tinta, karena
setiap tinta yang dicetakan tidak memiliki kemurnian atau intensitas maksimal
dari setiap warna , maka ketiga tinta tersebut hanya mampu menghasilkan warna
coklat gelap. Untuk menghasilkan warna hitam maka perlu dikombinasikan dengan
tinta yang berwarna hitam. Kombinasi dari seluruh warna tinta printer ini dalam
menghasilkan warna terkenal dengan four-color process printing.
2.7.3
Mode Warna Lab
Apabila
Anda menggunakan mode warna Lab, maka pada palet Channel akan nampak tiga buah
channel tunggal dan satu buah channel preview. Channel tunggal tersebut adalah
channel Lightness/Luminance, channel a, dan channel b. Channel a dan b
menyimpan informasi komponen kromatik. Channel a menyimpan informasi kromatik
dari hijau hingga merah sedangkan channel b menyimpan informasi kromatik dari
biru hingga kuning. Nilai skala untuk Lightness/Luminance berkisar 0 sampai 100
sedangkan nilai kromatik a dan b berkisar -120 sampai dengan 120.
L*a*b
color model merupakan pemodelan warna yang diproposalkan oleh Commission
Internationale d’Eclairage (CIE) pada 1931 sebagai as an standar internasional
bagi ukuran warna. pada 1976, model ini telah dirapihkan dan diberi nama CIE
L*a*b.
L*a*b
color didesain sebagai ukuran yang tidak dipengaruhi oleh device, sehingga
pembentukannya tidak terpengaruh dari sudut pandang device yang terkait
dengannya (seperti monitor, printer, computer, ataupun scanner) sebagai
pembentuk output misalkan image.
L*a*b
color terdiri dari luminance atau lightness component (L) dan dua chromatic
components: a component (from green to red) dan b component (from blue to
yellow).
2.7.4 Mode
Warna Bitmap
Apabila
Anda menggunakan mode warna Bitmap, maka mode warna ini hanya menyimpan
informasi 1 bit. Dengan kata lain, mode warna ini hanya menyimpan informasi dua
warna saja. Warna yang akan ditampilkan adalah warna hitam dan putih. Jadi ketika
Anda mengkonfersi gambar ke dalam mode warna ini maka warna yang terang (dekat
dengan putih) akan berubah menjadi putih sedangkan warna yang mendekati hitam
akan berubah menjadi hitam. Mode warna ini berguna untuk membuat halftone
screen pada saat akan mencetak gambar tersebut (umumnya untuk sablon). Resolusi
gambar serta jenis dan tekstur halftone screen dapat diatur sesuai kebutuhan.
2.7.5
Mode Warna Grayscale
Mode
warna ini menyimpan informasi bit depth warna sebesar 8 bit. Jadi warna yang
bisa ditampilkan pada mode warna grayscale berjumlah sampai 256. Skala
perhitungan numeriknya bisa dengan pendekatan nilai brightness yang berskala 0
sampai 255 atau dapat pula menggunakan pendekatan persentase tinta hitam yang
memiliki skala 0 sampai 100%.
Berikut
sekilas panduan untuk mengkonversi image menuju dan dari mode Grayscale: Kita
dapat mengkonversikan baik dalam bentuk Bitmap-mode dan image berwarna kedalam
mode grayscale.
Untuk
mengkonversikan image berwarna ke dalam bentuk image grayscale dengan kualtas
yang baik, adapun pemberian level dari keabuan (shades) dari piksel hasil
konversi merupakan hasil representasi ulang level kecerahan (luminosity) dari
gambar asli.
2.7.6
Mode Warna Duotone
Mode
warna ini biasa digunakan untuk mendapatkan gambar dengan dua warna. Duotone
memiliki arti duo tone atau dua warna. Pada saat menggunakan mode warna
duotone, gambar yang dibuat hanya menggunakan dua channel warna saja. Anda
dapat menentukan sendiri warna yang diinginkan. Selain mode warna duotone,
tersedia pula mode warna monotone, tritone, dan quadtone. Monotobe berarti satu
warna, Tritone berarti tiga warna, dan Quadtone berarti empat warna.
2.7.7
Mode Warna Indexed
Mode
warna ini biasa digunakan untuk keperluan electric web publishing (web,
animasi, dan multimedia). Hal ini disebabkan karena pada mode warna ini akan
dikompres menjadi hanya 256 warna atau dalam jumlah yang Anda inginkan sehingga
ukuran file menjadi kecil (mengalami penyusutan). Ketika mengkonversi gambar
dari mode warna lain ke mode warna Indexed maka Adobe Photoshop akan membuat
CLUT (Color Look Up Table). CLUT berisi beberapa warna yang dominan pada gambar
Anda dan berjumlah sampai 256. Warna yang ke 257 dan seterusnya akan
digabungkan ke warna yang terdekat yang masuk dalam daftar 256 warna.
2.7.8
Mode Warna Multichannel
Mode
warna ini digunakan untuk menguraikan informasi duotone, tritone, dan quadtone
sebelum dicetak menjadi channel-channel tunggal. Selain itu, ketika membuang
satu channel atau lebih pada mode warna RGB, CMY maupun CIE Lab maka secara
otomatis mode warna akan berubah menjadi multichannel. Pada contoh di bawah ini
bermula dari mode warna RGB kemudian diubah menjadi mode warna Multichannel
maka informasi channel akan berubah.


























Komentar
Posting Komentar