Bab 5
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Warna
adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (warna
putih) yang merupakan pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh
pigmen yang terdapat di permukaan benda. Ilmu tentang warna disebut chromatics.
Teori warna sudah dikembangkan oleh Alberti (1435) dan diikuti oleh Leonardo da
Vinci (1490). Teori warna mulai mendapat perhatian serius setelah dikembangkan
oleh Sir Isac Newton (1704). Pada awalnya teori warna dikembangkan dengan warna
dasar merah, kuning dan biru (Red, Yellow, Blue atau RYB). Pencampuran warna
dari warna dasar tersebut banyak dipakai oleh para pelukis, percetakan dan
lain-lain. Dalam seni rupa, warna merupakan unsur yang sangat penting karena
warna bisa menjadi alat untuk berekpresi.
Ahli
grafis Jerman Le Blond (1730) menyederhanakan temuan Newton menjadi 3 warna
pokok, yaitu merah, kuning dan biru yang dinamakan warna primer. Percampuran
dua warna pokok disebut warna sekunder, yaitu merah dan biru menjadi ungu,
merah dan kuning menjadi oranye, hijau dan ungu menjadi hijau ungu. Percampuran
warna sekunder disebut dengan warna tersier, yaitu orange dan ungu menjadi
orange ungu, orange dan hijau menjadi orange hijau, hijau dan ungu menjadi
hijau ungu.
Dalam
teori warna, skema warna adalah pilihan warna yang digunakan dalam
mengkombinasikan warna untuk berbagai media. Sumber penggunaan skema warna ini
adalah lingkaran warna. Jenis skema yang digunakan :
• Warna
Monokromatik
• Warna
Komplementer
• Warna
Split-Pelengkap
• Warna
Akromatik
• Warna
Analog
• Warna
Beraksen Analog
• Warna
Triadic
• Warna
Tetradic
• Warna
Persegi Panjang
• Warna
Persegi
• Warna
Polikromatik
Pemetaan
warna adalah fungsi yang memetakan (transformasi) warna satu (sumber) gambar
untuk warna (target) gambar lain. Sebuah pemetaan warna dapat disebut sebagai
algoritma yang menghasilkan fungsi pemetaan atau algoritma yang mengubah warna
gambar. Pemetaan warna juga kadang-kadang disebut Transfer warna atau, ketika
gambar grayscale yang terlibat, fungsi transfer kecerahan (MTF). Mode warna
merupakan salah satu metode yang digunakan suatu program untuk menampilkan
suatu kode warna secara numerik. Dalam visualisali diagram ini menggunakan
beberapa software, diantaranya:
•
Cubehelix
Cubehelix
adalah skema warna yang digunakan untuk menampilkan gambar Intensitas
Astronomi. Skema ini digunakan untuk meningkat kontras cahaya saat greyscale
dicetak dalam dua buah warna yaitu hitam dan putih. Cubehelix disarankan oleh
Dave Green untuk menskema warna untuk mengaprosiasikan tampilan intensitas
gambar. Skema ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecerahan saat gambar
ditampilkan di greyscale. Hal ini memungkinkan memberikan peningkatan visualisasi
untuk penderita buta warna ketika dicetak hitam putih. Cubehelix tidak memiliki
peningkatan yang mendasari dalam persepsi kecerahan warna yang digunakan
(misalnya terbakar menjadi merah untuk nilai data yang tinggi, tetapi
menggunakan kuning / hijau untuk nilai data menengah, yang dirasakan sebagai
lebih terang dari warna merah).
•
Veusz
Veusz
merupakan salah satu jenis scientific plotting, aplikasi ini didirikan oleh QT
company yang merupakan salah satu perusahaan perangkat lunak. Aplikasi ini
diperuntukkan untuk membuat diagram.
Visualisasi
untuk pewarnaan dalam diagram menggunakan diagram sebagai berikut:
•
Interval
Interval
yang dimaksud disini adalah jarak antara warna yang satu ke warna yang lain
dalam proses perubahan warna.
• Line
Chart
Line
chart adalah grafik yang paling sederhana yang digambarkan sebagai garis yang
menghubungkan harga-harga penutupan. Tampilan dari Line Chart sangat sederhana
karena hanya berbentuk garis-garis saja.
• Pie
Chart
Pie
Chart adalah chart yang berbentuk bundar menyerupai bentuk kue pie. Chart jenis
ini sangat bagus digunakan untuk menampilkan grafik data presentasi dari sebuah
kegiatan perubahan warna dan akan menemukan presentase dari hasil perubahan
warna tersebut.
•
Organization Chart
Organization
chart adalah diagram yang memperlihatkan adanya saling keterkaitan berbagai
posisi pada suatu organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Josescalia, 2014. Cara mudah membuat chart dalam
webhttp://blog.josescalia.net/2014/03/cara-mudah-membuat-chart-dalam-web.html
Tanggal Akses : 10 Januari 2017
2.
https://www.rgraph.net/download
Tanggal
Akses : 10 Januari 2017
3.
Matteo, 2013. PERCEPTUAL RAINBOW PALETTE – THE
METHODhttps://mycarta.wordpress.com/2013/02/21/perceptual-rainbow-palette-the-method/
Tanggal
Akses : 13 Januari 2017
4.
https://id.wikipedia.org/wiki/MATLAB
Tanggal
Akses : 13 Januari 2017
5.
Michael Waskom, 2012.
seaborn.cubehelix_palettehttp://stanford.edu/~mwaskom/software/seaborn/generated/seaborn.cubehelix_palette.html
Tanggal
Akses : 13 Januari 2017
6.
James Davenport, 2014. Cubehelix Colormap for
Pythonhttp://www.ifweassume.com/2014/04/cubehelix-colormap-for-python.html
Tanggal Akses : 13 Januari 2017
7.
Putri Prima, 2016. CUBEHELIX
DIAGRAMhttps://putriprima13.wordpress.com/2016/01/26/cubehelix-diagram/ Tanggal
Akses : 13 Jnuari 2017
8.
Amelia Ramadhan, 2015. Laporan praktikum colour
readerhttp://documents.mx/documents/laporan-praktikum-color-readerdocx.html
Tanggal Akses : 16 Januari 2017
9.
http://blog.hubspot.com/marketing/color-theory-design#sm.0016z8mr617p0e3as5y26kkxx2vre
Tanggal
Akses : 17 Januari 2017
10.
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_warna
Tanggal
Akses : 17 Januari 2017
11.
http://www.foreximf.com/belajar-forex/pemula/membaca-chart-grafik/
Tanggal
Akses : 17 Januari 2017
12.
Jaka Purnama, 2013. Membuat pie chart dengan microsoft
excelhttp://tukangteori.com/membuat-pie-chart/
Tanggal
Akses : 17 Januari 2017
13. J.
J. Thomson Avenue, 2011. A colour scheme for the display of astronomical intensity
images http://astron-soc.in/bulletin/11June/289392011.pdf
Tanggal
Akses : 17 Januari 2017
14.
http://www.mrao.cam.ac.uk/~dag/CUBEHELIX/#Astronomical
Tanggal
akses : 17 Januari 2017
15.
http://www.mrao.cam.ac.uk/~dag/CUBEHELIX/cubetry.html
Tanggal
Akses : 17 Januari 2017
Komentar
Posting Komentar